Vivo kolaka-utara

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo cikaret

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo bajawa

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo cileungsi

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo manggarai

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo tarakan

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo sangiang-jaya

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo kebayoran

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo grogol

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →

Vivo kelapa-dua

Rembulan yang tampak begitu indah dengan sinarnya yang sungguh hangat seolah berkata bahwa segala rasa lelah harap direbahkan sepenuhnya dalam sebuah ruang yang bernama istirahat. Apalagi selepas diperas oleh terik mentari dan tumpukan-tumpukan lembaran pekerjaan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan kebutuhan kita sebagai manusia yang harus segera dipenuhi. Tidak hanya kebutuhan sandang dan pangan, akan …

Lanjutkan membaca →